Seorang pria usia 58 tahun datang ke klinik untuk kontrol penyakit hipertensi. Pasien telah menggunakan amlodipin 10 mg, valsartan 160 mg, dan hidroklorotiazid 25 mg setiap hari selama lebih dari 3 bulan. Tekanan darah terakhir tercatat 160/100 mmHg, belum mencapai target meskipun kepatuhan pasien dikonfirmasi baik. Apa obat yang tepat ditambahkan untuk menangani kondisi pasien ini?, Metoprolol, Diltiazem, spironolakton, Furosemid, Aliskiren, Seorang pria usia 60 tahun menjalani kontrol rutin di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis hipertensi dan penyakit ginjal kronik stadium 4. Saat ini pasien sudah mendapatkan enalapril dan amlodipin sebagai terapi utama. Tekanan darah masih belum mencapai target meskipun pasien patuh minum obat. Hasil laboratorium menunjukkan kadar kalium 6,0 mmol/L dan asam urat 9,2 mg/dL. Dokter mempertimbangkan menambahkan antihipertensi ketiga dan meminta rekomendasi dari apoteker klinis terkait pilihan obat yang paling sesuai untuk kondisi pasien saat ini. Obat antihipertensi tambahan mana yang paling rasional direkomendasikan apoteker?, Furosemid, spironolakton, Hidroklortiazid, Diltiazem, Bisoprolol, Seorang pria usia 54 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam setelah menjalani intervensi koroner perkutan (PCI) akibat ST-elevation myocardial infarction (STEMI) anterior. Saat ini pasien stabil dan akan dipulangkan. Dokter menuliskan resep jangka panjang yang mencakup aspirin, prasugrel, rosuvastatin, dan pantoprazol. Dokter kemudian berdiskusi dengan apoteker klinis untuk menambahkan satu obat lagi yang dapat membantu mencegah remodeling jantung dan menurunkan risiko mortalitas jangka panjang. Obat tambahan mana yang paling tepat?, Verapamil, ISDN, Amlodipin, Enalapril, Digoksin, Seorang pria usia 63 tahun menjalani kontrol rutin dengan diagnosis hipertensi. Saat ini pasien sudah mendapatkan terapi berupa enalapril 10 mg, amlodipin 10 mg, dan hidroklorotiazid 25 mg setiap hari. Pasien telah mengonsumsi obat secara teratur selama 2 bulan, namun tekanan darah masih berkisar 148/92 mmHg. Apoteker merekomendasikan untuk mengganti hidroklorotiazid dengan obat tiazid-like yang memiliki potensi antihipertensi 1,5 hingga 2 kali lebih kuat. Obat apa yang dimaksud?, Indapamid, Furosemid, spironolakton, Metolazon, Chlortalidone, Seorang pria usia 64 tahun datang kontrol rutin ke poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis hipertensi esensial dan penyakit ginjal kronik stadium 3b (LFG 38 mL/menit/1,73 m²). Ia sudah mendapatkan terapi enalapril 10 mg, amlodipin 10 mg, dan hidroklorotiazid 25 mg per hari. Pasien patuh minum obat, namun tekanan darah tetap tinggi, yaitu 150/94 mmHg. Dokter mempertimbangkan mengganti HCT karena dianggap kurang efektif pada kondisi ginjal pasien, dan meminta rekomendasi dari apoteker mengenai diuretik yang lebih rasional untuk digunakan. Obat mana yang paling tepat direkomendasikan apoteker sebagai pengganti HCT pada pasien ini?, Chlortalidone, Furosemid, Spironolakton, Torsemid, Triamteren, Seorang pria usia 58 tahun menjalani terapi hipertensi dengan kombinasi enalapril 10 mg, amlodipin 10 mg, dan hidroklorotiazid 50 mg per hari. Tekanan darah pasien sudah mencapai target. Namun, dalam beberapa minggu terakhir pasien sering mengeluhkan lemas otot dan kram, terutama di malam hari. Hasil laboratorium menunjukkan adanya hipokalemia. Dokter tidak ingin mengurangi dosis HCT karena kontrol tekanan darah yang baik, dan meminta saran apoteker mengenai terapi tambahan untuk mengatasi keluhan pasien dan menjaga kadar kalium tetap dalam batas normal. Obat mana yang paling sesuai untuk direkomendasikan apoteker sebagai tambahan dalam kasus ini?, Furosemid, Triamteren, Chlortalidone, Valsartan, Diltiazem, Seorang pria usia 55 tahun dengan hipertensi resisten dan riwayat STEMI menjalani terapi antihipertensi kombinasi berupa valsartan, amlodipin, hidroklorotiazid, metoprolol, dan spironolakton. Pasien datang mengeluhkan pembesaran payudara bilateral yang mengganggu secara estetika dan emosional. Pemeriksaan fisik menunjukkan ginekomastia tanpa nyeri tekan. Dokter mencurigai efek samping obat dan meminta pendapat apoteker mengenai kemungkinan penyebabnya. Obat mana yang paling mungkin menjadi penyebab keluhan pasien?, Amlodipin, Spironolakton, Hidroklortiazid, Valsartan, Metoprolol, Pasien datang ke poliklinik mengeluhkan pembesaran payudara bilateral yang mulai dirasakan dalam 2 bulan terakhir. Saat ini pasien menjalani terapi antihipertensi kombinasi berupa valsartan, amlodipin, hidroklorotiazid, metoprolol, dan spironolakton. Pemeriksaan fisik menunjukkan ginekomastia tanpa nyeri. Dokter mencurigai efek samping obat dan meminta saran dari apoteker klinis terkait penggantian obat yang rasional untuk mempertahankan efek klinis tanpa menimbulkan efek samping tersebut. Apa penggantian obat yang paling rasional untuk direkomendasikan apoteker dalam kasus ini ?, Ganti spironolacton dengan eplerenon, Ganti metoprolol dengan Bisoprolol, Ganti valsartan dengan lisinopril, Ganti amlodipin dengan diltiazem, Ganti hidroklortiazid dengan indapamid, Seorang pria usia 68 tahun dengan diagnosis ST elevation myocardial infarction (STEMI) dirawat di ruang perawatan intensif jantung. Dokter meresepkan aspirin, clopidogrel, dan fondaparinux sebagai bagian dari terapi. Saat melakukan verifikasi resep, apoteker menemukan bahwa hasil laboratorium terbaru pasien menunjukkan laju filtrasi glomerulus (LFG) sebesar 25 mL/menit/1,73 m². Apoteker kemudian melakukan intervensi kepada dokter terkait pemilihan obat. Apa alasan paling tepat dari intervensi apoteker untuk tidak melanjutkan pemberian fondaparinux pada pasien ini?, Fondaparinux dapat menyebabkan trombositopenia berat pada pasien lansia, Fondaparinux memiliki risiko hipokalemia pada pasien dengan gangguan ginjal, Fondaparinux dapat terakumulasi karena eliminasi utamanya melalui ginjal dan meningkatkan risiko perdarahan, Fondaparinux dapat menurunkan efektivitas antiplatelet yang diberikan bersamaan, Fondaparinux memiliki interaksi signifikan dengan aspirin pada pasien dengan GFR rendah, Seorang wanita usia 65 tahun dirawat karena deep vein thrombosis (DVT) pada tungkai kiri. Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal kronik stadium 4 dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) 27 mL/menit/1,73 m². Dokter memilih menggunakan enoxaparin 1 mg/kg setiap 24 jam sebagai terapi antikoagulan jangka panjang. Mengingat rencana penggunaan jangka panjang dan gangguan fungsi ginjal pasien, dokter meminta pendapat apoteker mengenai monitoring yang tepat untuk memastikan keamanan terapi enoxaparin. Parameter apa yang paling rasional untuk dimonitor dalam kasus ini?, PT, anti Xa-level, INR, aPTT, PTT

Bestenliste

Visueller Stil

Einstellungen

Vorlage ändern

Soll die automatisch gespeicherte Aktivität wiederhergestellt werden?