Dampak perilaku "hospital shopping" (berpindah-pindah RS mencari dokter tertentu atau menanyakan harga) oleh keluarga pada saat serangan akut strok adalah..., Pasien dipastikan mendapatkan perawatan dengan biaya paling rasional, Hilangnya jendela waktu emas (golden hour) untuk tindakan reperfusi otak, Peningkatan probabilitas pemulihan saraf secara total, Optimalisasi rujukan asuransi kesehatan berjenjang, Keterlibatan "bystander" (orang sekitar yang bukan keluarga) memengaruhi pre-hospital delay secara positif jika bystander tersebut memiliki perilaku..., Mendorong pemberian obat herbal yang dibelinya secara acak, Mengambil alih penanganan tanpa persetujuan dengan melakukan pijat refleksi, Segera mengenali FAST dan proaktif menghubungi layanan ambulans darurat, Merekam kejadian kejadian untuk disebarkan ke media sosial, Literasi kesehatan yang rendah pada keluarga sering memicu fenomena "Symptom Illusion", yang bermanifestasi dalam perilaku..., Mewajarkan gejala strok ringan sebagai "masuk angin" atau efek salah tidur, Membesar-besarkan gejala demam menjadi kondisi stroke kritis, Menghubungkan gejala kelumpuhan dengan masalah psikosomatis, Meminta dokter melakukan operasi kepala secepat mungkin, Tindakan refleks orang awam memberikan air minum kepada pasien strok yang mengalami mulut perot atau kesulitan bicara justru berisiko medis berat berupa..., Rehidrasi sel otak yang terlalu cepat, Aspirasi pneumonia akibat cairan masuk ke paru-paru, Vasodilatasi pembuluh darah leher secara paksa, Penurunan tekanan darah sistemik seketika, Dalam teori keterlambatan pra-rumah sakit, "Cognitive Delay" pada perilaku keluarga pasien strok merujuk pada..., Waktu tempuh kendaraan dari rumah ke rumah sakit, Waktu yang dihabiskan untuk menunggu ambulans datang ke lokasi, Waktu yang dibutuhkan keluarga untuk menyadari bahwa gejala yang muncul adalah keadaan darurat medis, Waktu proses pendaftaran administrasi di Instalasi Gawat Darurat, Respons kepanikan ekstrem (panic response) pada orang awam saat melihat anggota keluarganya kolaps akibat strok dapat menyebabkan..., Penurunan drastis waktu pre-hospital delay, Kelumpuhan analisis (paralysis of analysis) yang menunda panggilan bantuan darurat, Peningkatan kualitas observasi klinis secara mandiri, Keputusan tindakan resusitasi yang selalu tepat, Pada kejadian "Wake-up Stroke" (strok yang baru disadari saat bangun tidur), keluarga sering kebingungan. Perilaku dan keputusan komunikasi paling tepat yang harus dilakukan keluarga kepada tenaga medis adalah..., Melaporkan bahwa waktu serangan adalah saat pasien bangun tidur, Menunggu beberapa jam untuk memastikan gejala menetap, Melaporkan waktu terakhir kali pasien terlihat dalam kondisi normal dan sehat (Last Known Well), Mengabaikan waktu serangan karena pasien sudah sadar, Faktor ekonomi memengaruhi pengambilan keputusan keluarga dalam membawa pasien strok. Perilaku enggan atau menunda membawa pasien ke RS karena takut tidak bisa membayar biaya perawatan disebut..., Structural delay, Financial hesitation, Cognitive dissonance, Medical apathy, Kepercayaan masyarakat awam untuk menusuk jari pasien strok dengan jarum agar darah keluar merupakan bentuk perilaku..., Pertolongan pertama darurat yang efektif, Pengobatan komplementer berbasis bukti medis, Mitos berbahaya yang memperpanjang pre-hospital delay, Terapi alternatif untuk menurunkan tekanan intrakranial segera, Ketidakmampuan orang awam membedakan gejala strok dengan kondisi non-kritis sering menyebabkan keterlambatan. Gejala strok mana yang paling sering diabaikan karena dianggap sekadar kelelahan biasa oleh keluarga?, Kelemahan separuh tubuh yang membuat pasien jatuh, Sakit kepala hebat yang membuat pasien menjerit, Kesemutan ringan pada lengan atau bicara yang sedikit pelo, Penurunan kesadaran (koma) secara mendadak, Banyak keluarga memutuskan untuk memanggil kerabat lain atau pemuka agama terlebih dahulu sebelum membawa pasien strok ke RS. Dari sudut pandang kedaruratan medis, tindakan ini dikategorikan sebagai..., Social support behavior, Coping mechanism primer, Triage rasional keluarga, Delaying behavior (perilaku penundaan), Keputusan keluarga untuk menggunakan transportasi pribadi dibandingkan memanggil ambulans sering memengaruhi kualitas penanganan strok. Kerugian utama dari perilaku ini terkait pre-hospital delay adalah..., Biaya transportasi pribadi lebih mahal, Tidak adanya pra-notifikasi gawat darurat ke pihak rumah sakit, Pasien merasa lebih panik di dalam mobil pribadi, Aturan lalu lintas yang melarang mobil pribadi membawa orang sakit, Istilah "Time is Brain" dalam penanganan strok mengedepankan pentingnya menghindari pre-hospital delay. Perilaku menunda ke RS dapat menghilangkan jendela waktu emas (golden period) pemberian terapi trombolitik intravena yang umumnya berlangsung selama..., 1 - 2 jam, 3 - 4,5 jam, 6 - 8 jam, 12 - 24 jam, Perilaku keluarga yang paling sering berkontribusi secara langsung pada perpanjangan pre-hospital delay pada kasus strok akut adalah..., Langsung menghubungi ambulans gawat darurat, Membawa pasien ke instalasi gawat darurat terdekat, Menunggu dan memantau apakah gejala membaik dengan sendirinya, Menghubungi dokter saraf secara online, Konsep utama dalam edukasi awam untuk mengenali strok secara cepat demi mencegah pre-hospital delay adalah FAST. Huruf 'S' pada FAST merujuk pada..., Smile, Speech, Stroke, Symptom.

Edetabel

Visuaalne stiil

Valikud

Vaheta malli

Kas taastada automaatselt salvestatud ?