Perbedaan utama antara cuaca dan iklim adalah, cuaca berlangsung dalam jangka pendek, sedangkan iklim merupakan pola cuaca dalam jangka panjang, cuaca hanya terjadi di desa, sedangkan iklim hanya terjadi di kota, cuaca tidak dapat berubah, sedangkan iklim selalu berubah setiap hari, cuaca hanya berkaitan dengan suhu, sedangkan iklim hanya berkaitan dengan hujan, Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat tanpa upaya pengurangan, kemungkinan yang paling tepat adalah, suhu rata-rata bumi cenderung meningkat dan pola iklim dapat berubah, musim di seluruh dunia menjadi sama, seluruh wilayah bumi mengalami musim dingin, curah hujan di semua wilayah pasti meningkat, Pemerintah kota ingin mengurangi suhu udara di kawasan perkotaan. Kebijakan yang paling efektif adalah, memperluas penggunaan kendaraan pribadi, menambah kawasan beton, mengurangi jumlah taman kota, memperbanyak ruang terbuka hijau, Daerah pesisir mengalami banjir rob yang semakin sering bersamaan dengan kenaikan permukaan laut. Fenomena tersebut dapat dikaitkan dengan perubahan iklim karena, suhu bumi yang meningkat menyebabkan laut membeku, curah hujan tidak memiliki hubungan dengan iklim, perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan muka air laut, perubahan iklim membuat semua wilayah menjadi kering, Sebuah wilayah mengalami peningkatan suhu rata-rata dan berkurangnya curah hujan dalam jangka panjang. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, dampak yang paling mungkin terjadi adalah, meningkatnya risiko kekeringan, meningkatnya jumlah salju, berkurangnya penguapan air, meningkatnya kesuburan seluruh lahan, Indonesia mengalami dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Perubahan musim tersebut terutama dipengaruhi oleh, letak Indonesia di antara dua benua, angin muson yang berubah arah setiap periode tertentu, banyaknya gunung berapi di Indonesia, letak Indonesia di antara dua samudra, Kegiatan manusia yang dapat meningkatkan emisi gas karbon adalah, Menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil, Bersepeda, Menghemat penggunaan listrik, Menanam pohon, Faktor yang dapat meningkatkan potensi banjir di daerah perkotaan adalah, Banyaknya daerah resapan, Penanaman pohon, Pembuatan tanaman, Saluran air yang tersumbat, Bencana alam yang terjadi murni karena faktor alamiah berupa getaran di permukaan bumi akibat adanya pergerakan lempeng tektonik adalah, Gempa bumi, Tanah longsor, Tsunami, Letusan gunung api, Sebuah daerah mengalami kekeringan panjang. Pemerintah berencana membangun waduk dan memperbaiki sistem irigasi. Kebijakan tersebut merupakan bentuk, eksploitasi lingkungan, urbanisasi, adaptasi terhadap kondisi iklim, mitigasi bencana
0%
Ips
Podeli
Podeli
autor
Talitagnesi123
MTs
Uredi sadržaj
Odštampaj
Ugradi
Više
Zadatke
Tabela
Prikaži više
Prikaži manje
Ova tabela je trenutno privatna. Kliknite na
Podeli
da biste je objavili.
Pristup tabeli je onemogućio vlasnik sredstva.
Ova tabela je onemogućena pošto Vam se podešavanja razlikuju od podešavanja vlasnika sredstva.
Vrati podešavanja
Otvori kutiju
je otvoreni šablon. On ne generiše rezultate za tabelu rangiranja.
Prijava je obavezna
Vizuelni stil
Fontove
Potrebna je pretplata
Postavke
Promeni šablon
Prikaži sve
Otvoreni rezultati
Kopiraj vezu
QR kôd
Izbriši
Vrati automatski sačuvano:
?