Seorang santri mengadu kepada Anda sebagai PJ Kesehatan bahwa ia merasa demam dan ingin beristirahat di UKS, sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan pondok. Namun, setelah Anda cek dengan termometer, suhu tubuhnya normal (36,5°C). Anda tahu bahwa hari itu ada ujian lisan yang sangat ditakuti oleh para santri. Jika Anda mengizinkannya di UKS, Anda khawatir dia hanya "menghindar" dari ujian. Jika Anda memaksanya masuk kelas, Anda khawatir kondisinya benar-benar akan drop. Bagaimana cara Anda memvalidasi kondisi santri tersebut secara objektif? Keputusan apa yang Anda ambil agar fungsi UKS tidak disalahgunakan sebagai tempat pelarian dari kewajiban, namun tetap menjaga empati sebagai penanggung jawab kesehatan?, Sebagai PJ Ibadah, tugas Anda adalah memastikan seluruh santri sudah berada di masjid 15 menit sebelum azan Subuh. Suatu pagi, Anda menemukan seorang santri yang sangat sulit dibangunkan. Saat ditarik selimutnya, ia beralasan sedang sangat pusing dan lemas karena habis bergadang mengaji. Namun, Anda curiga itu hanya alasannya saja agar bisa lanjut tidur. Di sisi lain, Anda harus segera kembali ke masjid karena azan akan segera dikumandangkan dan Anda tidak boleh masbuk. Bagaimana tindakan cepat yang Anda ambil? Apakah Anda meninggalkannya begitu saja demi mengejar jamaah, atau tetap menunggunya sampai bangun dengan risiko Anda sendiri terlambat? Bagaimana cara Anda memastikan di kemudian hari ia tidak mengulangi alasan yang sama?, Anda adalah PJ Bahasa yang bertanggung jawab memastikan semua santri menggunakan bahasa resmi (Arab/Inggris). Namun, Anda melihat bahwa semangat berbahasa di asrama sedang menurun drastis. Bahkan, beberapa pengurus lain dan santri senior justru sering melanggar di depan santri junior. Saat Anda mencoba menegur, mereka justru mencemooh dan menganggap Anda terlalu "sok rajin" atau "sok suci". Bagaimana strategi Anda untuk membangkitkan kembali semangat berbahasa tanpa terkesan menggurui? Apa langkah yang Anda ambil untuk menghadapi pengurus atau senior yang justru menjadi contoh buruk dalam kedisiplinan bahasa?, Salah satu sudut kamar mulai tercium bau tidak sedap karena tumpukan baju kotor (laundry yang menumpuk) milik si F. Selain itu, lemarinya sangat berantakan hingga seringkali kecoak muncul dari sana. Teman-teman sekamar yang lain sudah mulai mengeluh karena kenyamanan terganggu, bahkan ada yang mulai menyindir Si F saat sedang makan bersama. Si F orangnya sensitif dan mudah tersinggung. Bagaimana strategi Anda mengajak Si F untuk berubah tanpa mempermalukannya di depan anggota kamar yang lain, agar kebersihan kamar tetap terjaga secara jama'i (bersama)?, Tiba-tiba terjadi kegaduhan karena salah satu santri kehilangan uang di lemari yang tidak dikunci. Suasana kamar menjadi saling curiga satu sama lain. Beberapa anggota kamar mulai menuduh seorang santri yang memang latar belakang ekonominya kurang mampu sebagai pelakunya, padahal belum ada bukti sama sekali. Sebagai ketua kamar, bagaimana cara Anda meredam fitnah dan tuduhan tersebut agar persaudaraan (ukhuwah) di dalam kamar tidak pecah, sekaligus bagaimana langkah Anda membantu menyelesaikan masalah kehilangan tersebut?, Di kamar yang Anda pimpin, terdapat seorang santri senior (kakak kelas) yang secara usia lebih tua dari Anda. Suatu malam, saat jam wajib belajar (muthala'ah), ia malah asyik mengobrol dan mengajak santri-santri junior lainnya untuk ikut bercanda sehingga suasana menjadi gaduh. Saat Anda mengingatkan dengan halus, ia menjawab, "Ah, kamu kan baru kemarin di sini, jangan terlalu kaku lah sama kakak sendiri." Sebagai ketua kamar yang diberikan amanah oleh pengasuh/ustaz, bagaimana cara Anda menegakkan wibawa dan aturan tanpa dianggap tidak sopan (su'ul adab) kepada santri yang lebih senior?, Di kamar Anda, ada budaya "milik bersama" yang kebablasan. Si G sering kali memakai sarung, sabun, bahkan sandal milik teman sekamarnya tanpa izin terlebih dahulu dengan alasan "kan kita saudara". Hal ini membuat anggota kamar yang lain merasa risih dan merasa privasinya terlanggar, namun mereka takut menegur karena Si G dikenal sangat baik dalam hal lain (sering berbagi makanan). Bagaimana Anda menjelaskan konsep batasan kepemilikan pribadi dalam Islam kepada anggota kamar, agar budaya ghasab ini hilang tanpa merusak rasa persaudaraan (ukhuwah) yang sudah terjalin?, Kamar yang Anda pimpin terdiri dari 10 santri, namun saat ini terpecah menjadi dua kubu atau "geng". Satu kubu adalah santri yang sangat ambisius dalam hafalan, dan satu kubu lagi adalah santri yang lebih santai dan sering bercanda. Kedua kubu ini jarang bertegur sapa dan sering terjadi ketegangan jika salah satu merasa terganggu oleh aktivitas kubu lainnya. Suasana kamar menjadi tidak nyaman dan dingin. Langkah konkret apa yang akan Anda lakukan untuk mencairkan suasana dan menyatukan kembali anggota kamar agar tidak ada lagi sekat-sekat kelompok, sehingga kamar kembali menjadi tempat yang nyaman untuk semua?.

Табела

Визуелни стил

Поставке

Промени шаблон

)
Врати аутоматски сачувано: ?