Seorang perempuan umur 25 tahun nifas 40 hr, datang datang ke BPM ingin menggunakan metode implan. Hasil anamnesis ibu menyusu. Hasil pemeriksaan: KU: baik, TB: 156cm, BB: 70kg, TTV: Normal, Conjuctiva tidak anemia dan sklera tidak ikterik, TFU tidak teraba, odema (+), varices (-), reduksi (-), PPT(-). Bidan melakukan konseling terhadap kontrasepsi suntikan implan. Berapa efektifitas metode tersebut…., 95,2 %, 98 %, 99,5%, 99,9%, Seorang perempuan umur 26 tahun, PIA0 , nifas 40 hari datang ke BPM ingin menggunakan metode kontrasepsi yang tidak mempengaruhi ASI. Hasil anamnesis ASI lancar, ibu menginginkan pemberian secara eksklusif karena ibu tidak bekerja. Hasil pemeriksaan: KU: Norma, Conjuctiva tidak anemia dan sklera tidak ikterik, TFU tidak teraba, odema (-), varices (-), PPT(-). Bidan memberikan konseling metode implan. Hormone apakah yang berperan dalam metode tersebut diatas? , Progesteton, Estrogen, FSH, Prolactin, Seorang perempuan umur 26 tahun, PIIA0 nifas 6 minggu datang ke PMB ingin menggunakan kontrasepsi AKDR . Hasil anamnesis ibu menginginkan kontrasepsi yang apat mengurangi nyeri haid. Hasil pemeriksaan: KU: baik, TB: 156cm, BB: 60kg, TTV normal, Conjuctiva tidak anemia dan sklera tidak ikterik, TFU tidak teraba, odema (-), varices (-), Hb 11 gr/dL, PPT (-). Apakan jenis AKDR yang bisa dipakai…., AKDR Coper T 380 A, AKDR pasca salin, AKDR Levonorgestrel (LNG), AKDR Nova T, Seorang perempuan umur 33 tahun P3A0 datang ke Polindes Desa A, mengatakan ingin memakai alat kontrasepsi jangka panjang (AKDR) yang tidak mengganggu ASI. Hasil anamnesis: bayi umur 4 bulan, ASI eksklusif dan tidak ada riwayat radang panggul. Hasil pemeriksaan KU: baik, TD 130/80 mmHg, N 80x/mnt, S 36°C, P 20x/mnt. Apakah cara kerja utama dari kontrasepsi pada kasus tersebut ? , Mencegah pelepasan sel telur dr indung telur (menekan ovulasi), Mengentalkan lendir serviks (menghambat bertemunya sperma & sel telur), Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke saluran telur, Feristaltik tuba melambat, Seorang perempuan, umur 23 tahun , P1A0, akseptor baru AKDR datang ke Polindes B dengan keluhan mengalami spotting sejak 17 hari yang lalu. Hasil anamnesis: setelah dilakukan pemasangan AKDR, pasien merasa pusing dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit, S 37°C. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat dilakukan untuk kasus tersebut? , HBS-Ag, Trombosit, Imunoglobulin, Hemoglobin, Risiko infeksi setelah pemasangan implant meningkat bila..., Klien memiliki indeks massa tubuh rendah, Prosedur dilakukan tanpa teknik aseptik yang tepat, Klien memiliki riwayat alergi obat, Klien mengalami memar ringan pada area pemasangan, Seorang klien baru menggunakan implant dan mengalami memar ringan di lokasi pemasangan pada hari pertama. Tindakan yang tepat adalah…, Melepas implant segera, Memberi antibiotic, Menjelaskan bahwa memar ringan adalah normal, Merujuk ke rumah sakit, Tujuan utama konseling keluarga berencana adalah...., Memilihkan Kontrasepsi yang tepat untuk klien, MMembantu klien mampu mengambil keputusan memilih jenis kontrasepsi yang sesuai, mMengurangi angka kelahiran secara nasional, Mengurangi kunjungan ulang klien, Saat memberikan Konseling, prinsip GATHER digunakan. Tahap "T" (Tell) berarti, Menggali kebutuhan klien, Memberikan informasi metode kontrasepsi, Merujuk Klien, Menyapa Klien, Kegagalan kontrasepsi IUD paling sering terjadi akibat…, Klien mengalami reaksi alergi terhadap tembaga, IUD digunakan melebihi tanggal kedaluwarsa.

Výsledková tabule/Žebříček

Vizuální styl

Možnosti

Přepnout šablonu

)
Obnovit automatické uložení: ?