Homeostasis, Kondisi keseimbangan internal sel yang stabil, Hipertrofi, Peningkatan ukuran sel tanpa penambahan jumlah sel, Hiperplasia, Peningkatan jumlah sel melalui proliferasi, Atrofi, Penurunan ukuran sel akibat berkurangnya rangsangan, Metaplasia, Perubahan jenis sel dewasa menjadi jenis lain yang lebih sesuai, Hiperplasia endometrium, Penebalan endometrium akibat stimulasi hormon, Hiperplasia kelenjar, Pertambahan jumlah sel pada jaringan kelenjar, Atrofi otot, Pengecilan otot akibat tidak digunakan, Atrofi iskemik, Atrofi akibat berkurangnya suplai darah, Metaplasia Barrett, Perubahan epitel esofagus akibat refluks asam, Lipofuscin, Pigmen keausan akibat peroksidasi lipid, Brown atrophy, Atrofi dengan perubahan warna coklat akibat lipofuscin, Steatosis, Penumpukan lemak dalam sel hati, Hemosiderin, Pigmen besi hasil pemecahan hemoglobin, Hemosiderosis, Penumpukan besi tanpa kerusakan organ, Hemokromatosis, Penumpukan besi yang merusak organ, Amiloidosis, Penumpukan protein abnormal dalam jaringan, Mallory bodies, Akumulasi protein pada hepatosit akibat alkohol, Antrakosis, Penumpukan karbon di paru akibat polusi, Glikogenosis, Gangguan penyimpanan glikogen akibat kelainan enzim, Stres oksidatif, Ketidakseimbangan antara ROS dan antioksidan, Cell aging, Penurunan fungsi sel seiring waktu, Senescence, Keadaan sel berhenti membelah permanen, Kortisol, Hormon stres yang meningkat pada stres kronis, Alzheimer, Penyakit akibat akumulasi protein beta-amiloid di otak.

Κατάταξη

Οπτικό στυλ

Επιλογές

Αλλαγή προτύπου

)
Επαναφορά αυτόματα αποθηκευμένου: ;