Aku tidak ingin dikenang sebagai seseorang yang sempurna, hanya sebagai seseorang yang benar-benar hidup., Aku berjalan terus, meski tak selalu tahu ke mana, karena berhenti terasa lebih menakutkan., Dalam keheningan, aku menemukan diriku yang paling jujur., Aku pernah percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, sampai kusadari ia hanya mengajarkan cara bertahan., Ada hari-hari ketika aku kuat, dan ada hari-hari ketika aku hanya pandai berpura-pura., Aku mencintai dengan cara yang sunyi, berharap kehadiranku terasa meski suaraku tidak terdengar., Aku menyimpan banyak hal di balik senyum, bukan karena ingin berbohong, tapi karena dunia tak selalu siap mendengar kebenaran., Setiap langkah yang kuambil adalah kompromi antara siapa aku dulu dan siapa aku harus menjadi hari ini., Aku tidak pernah takut pada kesepian; yang kutakuti adalah terbiasa dengannya., Di cermin pagi itu, aku melihat seseorang yang tampak utuh, padahal di dalamnya ada retakan yang rapi disembunyikan., Aku belajar bahwa pulang tidak selalu tentang tempat, melainkan tentang siapa yang masih mengenal namaku tanpa aku harus menjelaskannya., Pada akhirnya, semua yang ia jalani membentuk seseorang yang lebih lembut, bukan lebih keras., Hidupnya terlihat teratur, padahal penuh pergulatan yang tak pernah dipamerkan., Ia tidak sadar bahwa keteguhannya memberi orang lain keberanian., Ada kesedihan yang tak pernah ia ucapkan, namun selalu hadir dalam setiap keputusannya., Ia percaya pada kendali diri, meski takdir sering berjalan lebih dulu darinya., Setiap kehilangan diam-diam mengubah caranya memandang kebahagiaan., Ia mencintai dengan tulus, meski pengalaman telah berulang kali mengajarinya untuk berhati-hati., Dunia menilainya dari hasil, tanpa pernah melihat pengorbanan yang membentuknya., Ia mengira dirinya telah berdamai, padahal ia hanya menunda percakapan dengan masa lalu., Di balik pilihannya yang tampak tegas, ada ketakutan lama yang belum sepenuhnya pergi., Ia tidak tahu bahwa malam-malam panjangnya kelak akan menjadi alasan ia begitu kuat di siang hari., Ia terus bergerak, bukan karena tak lelah, tetapi karena berhenti bukan pilihan., Ketika ia tertawa, tak semua orang tahu bahwa tawa itu adalah bentuk keberanian., Ia belajar mencintai dunia tanpa berharap dunia mencintainya kembali., Setiap keputusan yang diambilnya tampak sederhana, padahal penuh pertimbangan sunyi., Ia tidak mencari perhatian, namun kehadirannya selalu meninggalkan kesan., Di tengah keramaian, ia tetap menjadi sosok yang paling sendirian., Cara ia mendengarkan lebih banyak daripada cara ia berbicara., Ia melangkah dengan keyakinan yang tampak utuh, meski sesekali bahunya menegang menahan beban yang tak terlihat., Senyumnya muncul pada saat yang tepat, seperti kebiasaan yang dipelajari terlalu lama., Orang-orang sering mengira ia tidak peduli, tanpa menyadari betapa dalam ia memikirkan segalanya., Ia duduk di sudut ruangan, tenang, seolah dunia tidak menuntut apa pun darinya, padahal justru sebaliknya.

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?