Sikap yang mencerminkan keimanan kepada Asmaul Husna Al-Ghaniyy adalah …, Sombong karena harta, Merasa tidak membutuhkan siapa pun, Bersyukur dan tidak bergantung pada makhluk, Menolak bantuan orang lain, Seorang guru memaafkan kesalahan siswa dan membimbingnya dengan lemah lembut agar tidak mengulangi kesalahan. Perilaku ini paling sesuai dengan Asmaul Husna …, Al-Barr, Ar-Ra’ūf, Al-‘Adl, Al-Qohhār, Ketika menghadapi masalah besar, seseorang berusaha maksimal lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sikap ini menunjukkan keseimbangan antara usaha dan tawakal, sesuai Asmaul Husna …, Al-Fattāh, Al-Bāsith, Al-Lathīf, Al-Wakīl, Dampak negatif jika seseorang tidak memahami Asmaul Husna At-Tawwāb adalah …, Terlalu percaya diri, Mudah putus asa, Semangat beribadah meningkat, Rajin meminta maaf, Mengaitkan Asmaul Husna dengan kehidupan sehari-hari bertujuan untuk …, Menghafal lebih banyak, Menambah pengetahuan saja, Membentuk sikap dan karakter, Mempersulit pembelajaran, Hubungan yang tepat antara Al-Ghaniyy dan sikap manusia adalah …, Manusia harus bersyukur dan rendah hati, Manusia tidak perlu berdoa, Manusia tidak perlu bekerja, Manusia bebas bersikap sombong, Dalam kehidupan sosial, pemahaman Asmaul Husna Al-Barr akan mendorong seseorang untuk …, Menuntut hak tanpa kewajiban, emprioritaskan kepentingan pribadi, Menghindari interaksi sosial, Aktif berbuat kebaikan, Perilaku yang paling tidak sesuai dengan penghayatan Asmaul Husna Al-Qohhār adalah …, Mengakui kelemahan diri, Tunduk pada ketentuan Allah, Menyombongkan kekuasaan, Menyadari keterbatasan manusia, Seorang siswa bersikap tenang karena yakin setiap ketentuan Allah penuh hikmah meski tidak terlihat secara langsung. Ini mencerminkan Asmaul Husna …, Al-Lathīf, Al-Bāsith, Al-‘Adl, Al-Barr, Keputusan seorang pemimpin kelas yang memberi sanksi secara objektif tanpa pilih kasih menunjukkan pengamalan Asmaul Husna …, Al-‘Adl, Al-Qohhār, Ar-Ra’ūf, Al-Ghaniyy, Seorang siswa menolong temannya yang kesulitan belajar tanpa berharap pujian. Tindakan ini mencerminkan penghayatan Asmaul Husna …, Al-Barr, At-Tawwāb, Al-Ghaniyy, Al-Qohhār, Al-Qohhār menunjukkan bahwa Allah Maha …, Penyayang, Menguasai dan menundukkan seluruh makhluk, Pemberi rezeki, Maha Pengampun, Asmaul Husna At-Tawwāb mengajarkan manusia untuk..., Takut berlebihan, Putus asa dari rahmat Allah, Selalu bertobat dan memperbaiki diri, Merasa diri paling benar, Al-Lathīf berarti Allah Maha …, Mengetahui segala sesuatu, Lembut dan Maha Halus dalam ketetapan-Nya, Perkasa dan berkuasa, Pemberi hukuman, Sikap adil dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan pengamalan Asmaul Husna …, Al-Qohhār, Al-Ghaniyy, Al-Lathīf, Al-‘Adl, Asmaul Husna Al-Fattāh menunjukkan bahwa Allah Maha …, Memberi rezeki tanpa batas, Membuka jalan keluar dan kemenangan, Menghukum manusia, Mengawasi seluruh perbuatan, Ar-Ra’ūf berarti Allah Maha …, Pengasih, Perkasa, Lembut dan penuh kasih sayang, Maha Menepati janji, Contoh perilaku yang sesuai dengan Asmaul Husna Al-Barr adalah …, Membalas kejahatan dengan kejahatan, Berbuat baik kepada orang tua dan sesama, Menghindari orang yang membutuhkan, Mengutamakan kepentingan diri sendiri, Asmaul Husna Al-Bāsith memiliki makna …, Allah Maha Pemberi ampun, Allah Maha Melapangkan rezeki, Allah Maha Mengetahui, Allah Maha Perkasa, Sikap yang mencerminkan keimanan kepada Asmaul Husna Al-Ghaniyy adalah …, Sombong karena harta, Merasa tidak membutuhkan siapa pun, Bersyukur dan tidak bergantung pada makhluk, Menolak bantuan orang lain, Jika seseorang memahami Allah sebagai Al-Bāsith, maka sikap yang paling tepat ketika mengalami kesempitan hidup adalah …, Mengurangi usaha karena sudah takdir, Menyalahkan keadaan, Tetap berusaha dan optimis, Bergantung penuh pada manusia, Seorang guru memberi hukuman yang mendidik tanpa kekerasan dan tetap memberi kesempatan memperbaiki kesalahan. Sikap ini merupakan perpaduan paling tepat antara Asmaul Husna …, Al-Qohhār dan Al-‘Adl, Ar-Ra’ūf dan Al-‘Adl, Al-Barr dan Al-Ghaniyy, Al-Bāsith dan Al-Lathīf, Kesimpulan analitis dari seluruh Asmaul Husna yang dipelajari adalah bahwa keimanan kepada Allah seharusnya …, Membuat manusia takut tanpa harapan, Menjadikan manusia pasrah total, Membentuk keseimbangan antara usaha, akhlak, dan tawakal, Menghilangkan peran manusia dalam kehidupan, Seseorang yang benar-benar mengimani At-Tawwāb tidak akan …, Berusaha memperbaiki diri, Mengulangi kesalahan yang sama, Menyesali perbuatan buruknya, Merasa putus asa dari rahmat Allah, Perbedaan mendasar antara Al-Fattāh dan Al-Wakīl dalam membentuk sikap seorang mukmin terletak pada …, Cara manusia menyikapi usaha dan hasil, Waktu pertolongan Allah, Jenis rezeki yang diberikan, Tingkat kesabaran manusia
0%
ASMAUL HUSNA
Share
Share
by
Salmanrhh25
Edit Content
Print
Embed
More
Assignments
Leaderboard
Show more
Show less
This leaderboard is currently private. Click
Share
to make it public.
This leaderboard has been disabled by the resource owner.
This leaderboard is disabled as your options are different to the resource owner.
Revert Options
Spin the wheel
is an open-ended template. It does not generate scores for a leaderboard.
Log in required
Visual style
Fonts
Subscription required
Options
Switch template
Show all
Open results
Copy link
QR code
Delete
Continue editing:
?