Tradisi gotong royong di desa-desa di Jawa Timur mencerminkan nilai Pancasila yaitu …, Individualisme, Persatuan Indonesia, Kebebasan mutlak, Persaingan, Upacara adat Kasada di kawasan Gunung Bromo menunjukkan hubungan manusia dengan …, Teknologi, Alam dan kepercayaan, Politik, Ekonomi, Sikap masyarakat yang menjaga kerukunan antar umat beragama di Surabaya mencerminkan sila ke- …, 1, 2, 3, 4, 5, Tradisi “rewang” (membantu tetangga saat hajatan) mencerminkan nilai …, Egoisme, Solidaritas sosial, Kompetisi, Individualisme, Mengapa kearifan lokal penting dalam memperkuat persatuan bangsa?, Karena membedakan antar daerah, Karena dapat menimbulkan konflik, Karena menjadi identitas dan perekat sosial, Karena menghambat kemajuan, Contoh penerapan nilai demokrasi dalam masyarakat desa di Jawa Timur adalah …, Keputusan sepihak kepala desa, Musyawarah untuk mufakat, Pemaksaan kehendak, Tidak ada diskusi, Tradisi “sedekah bumi” mencerminkan rasa, Ketidakpedulian, Syukur kepada Tuhan, Persaingan ekonomi, Ambisi pribadi, Jika generasi muda tidak melestarikan budaya lokal Jawa Timur, dampaknya adalah …, Budaya semakin kuat, Budaya hilang atau punah, Persatuan meningkat, Ekonomi stabil, Kearifan lokal dapat membantu menyelesaikan konflik karena …, Mengandung nilai kebijaksanaan dan musyawarah, Bersifat memaksa, Tidak relevan, Hanya untuk orang tua, Contoh sikap yang sesuai dengan kearifan lokal Jawa Timur dalam kehidupan sehari-hari adalah …, Tidak peduli tetangga, Menjaga kerukunan dan saling membantu, Mementingkan diri sendiri, Menghindari kerja sama, Tradisi Sedekah Laut di daerah pesisir Jawa Timur mengandung nilai …, Egoisme, Syukur dan kebersamaan, Persaingan ekonomi, Kekuasaan, Tradisi Ruwatan bertujuan untuk, Membersihkan diri secara simbolik dan menjaga harmoni sosial, Menunjukkan status sosial, Memperoleh keuntungan pribadi, Festival hiburan semata, Bagaimana kearifan lokal Jawa dapat dijadikan media pendidikan karakter?, Hanya hiburan, Mengandung nilai moral, sosial, dan gotong royong, Tidak relevan untuk anak muda, Membosankan, Tradisi ngaben atau penghormatan leluhur mengajarkan …, Mengabaikan generasi sebelumnya, Menghormati dan menjaga hubungan sosial antar generasi, Fokus pada keuntungan pribadi, Menunjukkan kekayaan keluarga, Penerapan nilai gotong royong di sekolah yang terinspirasi tradisi Jawa adalah …, Belajar sendiri, Membersihkan kelas bersama, Tidak peduli teman, Mencontek, Nilai kearifan lokal yang terkait dengan sistem bagi hasil sawah di Bali adalah, Individualisme, Solidaritas dan gotong royong, Ambisi pribadi, Persaingan bebas, Salah satu prinsip hukum adat di Indonesia adalah, Mengutamakan kepentingan pribadi, Mengutamakan kepentingan masyarakat dan harmoni sosial, Tidak berlaku untuk semua orang, Membiarkan persaingan bebas, Sistem subak di Bali adalah contoh kearifan lokal di bidang, Pendidikan, Lingkungan dan pertanian berkelanjutan, Hukum pidana, Perdagangan internasional, Hukum adat masih relevan di era modern karena …, Hukum adat masih relevan di era modern karena …, Hanya sekadar tradisi, Tidak ada pengaruhnya, Menghambat teknologi, Tradisi gotong royong dalam adat Indonesia dapat dikaitkan dengan prinsip hukum adat karena, Mengutamakan kepentingan pribadi, Menegakkan norma sosial dan kebersamaan, Membiarkan orang lain bekerja sendiri, Mengajarkan persaingan bebas

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?