Seorang pemuda berusia 20 tahun sangat ingin menikah karena takut terjerumus zina di lingkungan pergaulannya yang bebas. Namun, ia baru saja kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki tabungan sama sekali untuk menafkahi. Di sisi lain, ia merasa mampu menjaga diri dengan berpuasa jika benar-benar terpaksa., Sepasang kekasih ingin menikah. Pihak perempuan meminta mahar berupa emas 100 gram dan mobil mewah sebagai bentuk "harga diri" keluarga. Pihak laki-laki yang bekerja sebagai staf administrasi merasa keberatan dan tertekan secara finansial, namun sangat mencintai pasangannya., Seorang perempuan ingin menikah dengan pria pilihannya. Namun, ayahnya (wali nasab utama) menolak menjadi wali karena tidak setuju dengan latar belakang suku pria tersebut, padahal pria itu taat beragama. Si perempuan berencana menikah siri tanpa wali agar tetap sah secara agama menurut persepsinya., Setelah menikah, seorang suami melarang istrinya bekerja karena menganggap laki-laki adalah penanggung jawab penuh. Namun, penghasilan suami tidak cukup untuk kebutuhan pokok. Istri merasa memiliki hak untuk membantu ekonomi keluarga sebagai bentuk "saling melengkapi" (musawamah)., Sebuah keluarga muda sering bertengkar karena masalah komunikasi sepele. Sang suami, dalam kondisi emosi yang meluap, langsung menjatuhkan "Talak 3" dalam satu waktu. Keesokan harinya ia menyesal dan ingin segera rujuk., Seorang perempuan baru saja bercerai dari suaminya. Seminggu kemudian, ia langsung menerima lamaran pria lain dan berencana menikah bulan depan dengan alasan agar tidak kesepian. Ia merasa tidak hamil sehingga tidak perlu menunggu lama..

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?