Atom dikatakan stabil apabila memiliki konfigurasi elektron seperti …, logam alkali, halogen, gas mulia, logam transisi, unsur periode ketiga, Atom-atom cenderung membentuk ikatan kimia dengan tujuan utama untuk …, menambah jumlah proton, mencapai keadaan lebih stabil, memperbesar nomor atom, mengurangi jumlah neutron, menambah massa atom, Unsur dengan konfigurasi elektron 2,8,1 cenderung mencapai kestabilan dengan cara …, menerima 1 elektron, menerima 2 elektron, menggunakan bersama 1 elektron, melepaskan 1 elektron, melepaskan 2 elektron, Unsur dengan konfigurasi elektron 2,7 akan stabil jika …, melepaskan 1 elektron, menerima 1 elektron, menerima 2 elektron, melepaskan 2 elektron, tidak bereaksi, Aturan oktet menyatakan bahwa atom cenderung stabil apabila memiliki elektron valensi sebanyak …, 2, 4, 6, 8, 10, Atom hidrogen menjadi stabil apabila kulit terluarnya berisi …, 1 elektron, 2 elektron, 4 elektron, 6 elektron, 8 elektron, Konfigurasi elektron yang menunjukkan atom stabil adalah …, 2,1, 2,6, 2,7, 2,8, 2,8,1, Atom magnesium dengan konfigurasi elektron 2,8,2 cenderung membentuk ion …, Mg⁺, Mg²⁺, Mg²⁻, Mg³⁺, Mg⁻, Atom oksigen dengan konfigurasi elektron 2,6 cenderung membentuk ion …, O⁺, O²⁺, O⁻, O²⁻, O³⁻, Unsur yang paling sukar bereaksi karena telah memiliki konfigurasi elektron stabil adalah …, Na, Cl, O, Ne, Mg, Ion Na⁺ memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan …, He, Ne, Ar, Kr, Xe, Atom aluminium dengan konfigurasi elektron 2,8,3 akan mencapai kestabilan dengan cara …, menerima 3 elektron, melepaskan 3 elektron, menerima 2 elektron, menggunakan bersama 3 elektron, melepaskan 1 elektron, Atom yang cenderung menerima elektron untuk mencapai kestabilan adalah atom yang memiliki …, 1–3 elektron valensi, 4 elektron valensi saja, 5–7 elektron valensi, 8 elektron valensi, tidak memiliki elektron valensi, Kestabilan atom gas mulia disebabkan oleh …, jumlah proton sangat besar, elektron valensi penuh, jumlah neutron sedikit, nomor atom rendah, tidak memiliki elektron, Unsur X memiliki konfigurasi elektron 2,8,7. Ion yang paling mungkin dibentuk adalah …, X⁺, X²⁺, X⁻, X²⁻, X³⁺, Unsur dengan konfigurasi elektron 2,8,8 termasuk golongan …, alkali, alkali tanah, halogen, gas mulia, transisi, Pembentukan ion positif terjadi karena atom …, menerima elektron, menggunakan elektron bersama, melepaskan elektron, menerima proton, melepaskan neutron, Pembentukan ion negatif terjadi karena atom …, menerima elektron, melepaskan elektron, menerima proton, melepaskan proton, kehilangan neutron, Unsur yang paling mungkin membentuk kation adalah …, F, O, Cl, Na, S, Unsur yang paling mungkin membentuk anion adalah …, K, Ca, Mg, Al, Cl, Ikatan kimia yang terbentuk akibat serah-terima elektron disebut ikatan …, kovalen, ion, logam, hidrogen, van der Waals, Ikatan yang terbentuk karena penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama disebut ikatan …, ion, logam, kovalen, hidrogen, dipol-dipol, Senyawa NaCl terbentuk melalui ikatan …, kovalen polar, kovalen nonpolar, ion, logam, hidrogen, Ikatan kovalen umumnya terjadi antara …, logam dengan logam, logam dengan nonlogam, nonlogam dengan nonlogam, gas mulia dengan logam, logam dengan ion positif, Ikatan pada molekul H₂ adalah …, ion, kovalen tunggal, kovalen rangkap dua, kovalen rangkap tiga, logam, Molekul O₂ memiliki ikatan …, tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, ion, koordinasi, Molekul N₂ memiliki ikatan …, tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, ion, logam, Ikatan logam terjadi karena adanya …, perpindahan neutron, pasangan elektron bebas, elektron valensi yang terdelokalisasi, proton yang berpindah, molekul polar, Salah satu sifat senyawa ion adalah …, mudah menghantarkan listrik dalam bentuk padat, titik leleh rendah, tersusun atas molekul netral, dapat menghantarkan listrik saat cair atau larut, selalu berwujud gas, Berikut yang merupakan senyawa ion adalah …, H₂O, CO₂, CH₄, KBr, NH₃, Ikatan kovalen koordinasi terbentuk apabila …, setiap atom menyumbangkan satu elektron, pasangan elektron berasal dari satu atom, terjadi perpindahan elektron sempurna, logam melepaskan elektron, terjadi gaya tarik antarmolekul, Contoh molekul yang mengandung ikatan kovalen koordinasi adalah …, H₂, Cl₂, NH₄⁺, NaCl, MgO, Pasangan unsur yang paling mungkin membentuk ikatan ion adalah …, C dan H, N dan H, Na dan Cl, O dan O, Cl dan Cl, Pasangan unsur yang paling mungkin membentuk ikatan kovalen adalah …, K dan Br, Ca dan O, Mg dan Cl, C dan O, Na dan F, Pada pembentukan MgO, atom Mg …, menerima 2 elektron, melepaskan 1 elektron, melepaskan 2 elektron, menggunakan bersama 2 elektron, menerima 1 elektron, Jumlah pasangan elektron yang digunakan bersama dalam ikatan rangkap dua adalah …, 1 pasang, 2 pasang, 3 pasang, 4 pasang, 5 pasang, Jumlah pasangan elektron yang digunakan bersama dalam ikatan rangkap tiga adalah …, 1 pasang, 2 pasang, 3 pasang, 4 pasang, 5 pasang, Senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar adalah …, H₂, O₂, Cl₂, HCl, N₂, Unsur yang cenderung membentuk ikatan ion dengan oksigen adalah …, H, Cl, Na, N, C, Ikatan dalam logam dapat dijelaskan dengan teori …, pasangan elektron bebas, lautan elektron, aturan duplet, gaya London, ikatan hidrogen, Kepolaran suatu ikatan kovalen terutama dipengaruhi oleh perbedaan …, nomor atom, nomor massa, keelektronegatifan, jumlah neutron, jumlah kulit elektron, Molekul HCl bersifat polar karena …, terdiri atas atom sejenis, memiliki ikatan ion, terdapat perbedaan keelektronegatifan, tidak memiliki elektron, berbentuk simetris sempurna, Molekul Cl₂ bersifat nonpolar karena …, memiliki bentuk bengkok, terdiri atas atom yang sama, memiliki pasangan elektron bebas, memiliki ikatan ion, berbentuk tetrahedral, Molekul H₂O bersifat polar karena …, bentuk molekul linear, semua atomnya sama, memiliki bentuk bengkok dan momen dipol tidak saling meniadakan, tidak memiliki pasangan elektron bebas, ikatannya ion, Molekul CO₂ bersifat nonpolar karena …, ikatan C=O tidak polar, berbentuk bengkok, memiliki ikatan ion, berbentuk linear sehingga momen dipol saling meniadakan, tidak memiliki elektron, Molekul yang bersifat polar adalah …, CO₂, CH₄, BF₃, H₂O, CCl₄, Molekul yang bersifat nonpolar adalah …, NH₃, H₂O, SO₂, CH₄, HCl, Bentuk molekul yang simetris dapat menyebabkan molekul menjadi nonpolar apabila …, semua ikatan bersifat ion, momen dipol saling meniadakan, terdapat pasangan elektron bebas, jumlah atom selalu tiga, memiliki ikatan rangkap, Molekul BF₃ bersifat nonpolar karena memiliki bentuk …, linear, bengkok, trigonal planar yang simetris, piramida trigonal, tetrahedral tidak simetris, Molekul NH₃ bersifat polar karena …, bentuknya linear, atom H lebih elektronegatif daripada N, memiliki bentuk piramida trigonal, semua ikatannya nonpolar, berbentuk simetris sempurna, Molekul CCl₄ secara keseluruhan bersifat …, sangat polar, polar, nonpolar, ionik, logam, Faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan kepolaran molekul adalah …, nomor atom dan nomor massa, bentuk molekul dan keelektronegatifan, jumlah neutron saja, warna zat, massa jenis saja, Molekul yang memiliki momen dipol resultan nol bersifat …, polar, ionik, nonpolar, logam, selalu reaktif, Molekul SO₂ bersifat polar karena bentuknya …, linear dan simetris, bengkok, tetrahedral simetris, trigonal planar simetris, linear dengan atom sejenis, Molekul berikut yang memiliki ikatan polar tetapi molekulnya nonpolar adalah …, HCl, H₂O, NH₃, CO₂, SO₂, Senyawa kovalen polar umumnya memiliki …, distribusi muatan yang merata sempurna, kutub positif dan kutub negatif, hanya muatan positif, hanya muatan negatif, tidak memiliki elektron, Pasangan molekul yang keduanya polar adalah …, H₂ dan O₂, CO₂ dan CH₄, H₂O dan NH₃, BF₃ dan CCl₄, N₂ dan Cl₂, CH₄ bersifat nonpolar karena …, tidak memiliki ikatan kovalen, memiliki bentuk tetrahedral simetris, memiliki pasangan elektron bebas, mengandung atom bermuatan, berbentuk bengkok, Molekul yang memiliki bentuk tidak simetris cenderung …, selalu nonpolar, selalu ionik, dapat bersifat polar, selalu berupa gas, tidak memiliki elektron, Perbedaan utama antara ikatan polar dan molekul polar adalah …, keduanya selalu sama, ikatan polar ditentukan oleh bentuk molekul, molekul polar ditentukan oleh resultan momen dipol seluruh ikatan, molekul polar tidak memiliki elektron, ikatan polar selalu berupa ikatan ion, Teori yang digunakan untuk meramalkan bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron adalah …, teori atom Dalton, teori VSEPR, teori relativitas, teori kinetik gas, teori orbital molekul saja, Menurut teori VSEPR, pasangan elektron di sekitar atom pusat akan …, saling tarik-menarik sekuat mungkin, menempati ruang sekecil mungkin, saling tolak-menolak dan mengambil posisi berjauhan, selalu berada pada satu garis, selalu membentuk lingkaran, Molekul BeCl₂ memiliki bentuk …, bengkok, linear, trigonal planar, tetrahedral, piramida trigonal, Bentuk molekul CO₂ adalah …, linear, bengkok, trigonal planar, tetrahedral, piramida trigonal, Molekul BF₃ memiliki bentuk …, linear, bengkok, trigonal planar, tetrahedral, oktahedral, Molekul CH₄ memiliki bentuk …, linear, trigonal planar, tetrahedral, bengkok, piramida trigonal, Molekul NH₃ memiliki bentuk …, linear, trigonal planar, tetrahedral sempurna, piramida trigonal, bengkok, Molekul H₂O memiliki bentuk …, linear, bengkok, trigonal planar, tetrahedral sempurna, piramida trigonal, Molekul dengan 2 pasangan elektron ikatan dan tanpa pasangan elektron bebas memiliki bentuk …, linear, bengkok, trigonal planar, tetrahedral, oktahedral, Molekul dengan 3 pasangan elektron ikatan dan tanpa pasangan elektron bebas memiliki bentuk …, linear, trigonal planar, bengkok, tetrahedral, piramida trigonal, Molekul dengan 4 pasangan elektron ikatan dan tanpa pasangan elektron bebas memiliki bentuk …, tetrahedral, trigonal planar, piramida trigonal, bengkok, linear, Bentuk molekul AX₃E adalah …, linear, trigonal planar, piramida trigonal, tetrahedral, bengkok, Bentuk molekul AX₂E₂ adalah …, linear, bengkok, trigonal planar, tetrahedral, oktahedral, Pasangan elektron bebas memberikan gaya tolak yang …, lebih kecil daripada pasangan elektron ikatan, sama dengan pasangan elektron ikatan, lebih besar daripada pasangan elektron ikatan, tidak memengaruhi bentuk molekul, selalu nol, Urutan kekuatan tolakan pasangan elektron yang benar adalah …, PEI–PEI > PEB–PEI > PEB–PEB, PEB–PEB > PEB–PEI > PEI–PEI, PEB–PEI > PEB–PEB > PEI–PEI, PEI–PEI > PEB–PEB > PEB–PEI, semuanya sama, Molekul PCl₅ memiliki bentuk …, A. tetrahedral, trigonal bipiramida, oktahedral, trigonal planar, bengkok, Molekul SF₆ memiliki bentuk …, tetrahedral, trigonal bipiramida, oktahedral, piramida trigonal, E. linear, Jumlah domain elektron pada atom pusat dalam CH₄ adalah …, 1, 2, 3, 4, 5, Jumlah pasangan elektron bebas pada atom pusat dalam NH₃ adalah …, 0, 1, 2, 3, 4, Jumlah pasangan elektron bebas pada atom O dalam H₂O adalah …, 0, 1, 2, 3, 4, Gaya tarik yang terjadi antara molekul-molekul disebut …, ikatan ion, ikatan kovalen, gaya antarmolekul, ikatan logam, ikatan inti, Gaya antarmolekul yang terdapat pada semua molekul adalah …, ikatan hidrogen, gaya dipol-dipol, gaya London, ikatan ion, ikatan kovalen, Gaya London terutama dominan pada molekul …, polar, nonpolar, ionik, logam, bermuatan positif, Gaya tarik antara molekul-molekul polar disebut …, gaya London, gaya dipol-dipol, ikatan logam, ikatan ion, ikatan kovalen koordinasi, Ikatan hidrogen dapat terjadi apabila atom H berikatan langsung dengan …, Na, K, atau Ca, C, Si, atau P, F, O, atau N, Cl, Br, atau I, Mg, Al, atau Fe, Molekul yang dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul adalah …, CH₄, CO₂, H₂O, CCl₄, N₂, Gaya antarmolekul yang paling kuat di antara pilihan berikut adalah …, gaya London, dipol terimbas, dipol-dipol, ikatan hidrogen, gaya dispersi lemah, Titik didih H₂O relatif tinggi dibandingkan H₂S karena H₂O memiliki …, ikatan ion, ikatan logam, ikatan hidrogen, massa molekul lebih kecil, ikatan rangkap, Semakin kuat gaya antarmolekul, umumnya titik didih zat akan …, semakin rendah, semakin tinggi, tetap, menjadi nol, tidak dapat diprediksi, Molekul CH₄ memiliki gaya antarmolekul utama berupa …, ikatan hidrogen, dipol-dipol, gaya London, ikatan ion, ikatan logam, Molekul HCl memiliki gaya antarmolekul utama berupa …, ikatan logam, ikatan hidrogen, dipol-dipol dan gaya London, ikatan ion, gaya inti, Gaya London semakin kuat apabila …, jumlah elektron semakin sedikit, massa molekul semakin kecil, ukuran awan elektron semakin mudah terpolarisasi, molekul semakin kecil, molekul tidak memiliki elektron, Zat yang memiliki ikatan hidrogen cenderung memiliki …, titik didih lebih tinggi, titik didih selalu nol, tidak dapat mencair, tidak memiliki gaya tarik, massa molekul selalu besar, Interaksi antara molekul HCl dengan molekul HCl adalah …, ion-ion, dipol-dipol, ikatan logam, kovalen koordinasi, ikatan ion, Gaya antarmolekul pada I₂ terutama berupa …, ikatan hidrogen, dipol-dipol, gaya London, ikatan ion, gaya ion-dipol, Interaksi ion-dipol terjadi, misalnya, ketika …, NaCl larut dalam air, H₂ bergabung dengan H₂, Cl₂ bercampur dengan Cl₂, CH₄ mengalami pembakaran, logam mencair, Salah satu akibat adanya gaya antarmolekul adalah memengaruhi …, nomor atom, jumlah proton, titik didih dan titik leleh, jenis unsur, nomor massa, Urutan kekuatan gaya antarmolekul secara umum dari yang paling lemah hingga paling kuat adalah …, ikatan hidrogen – dipol-dipol – London, London – dipol-dipol – ikatan hidrogen, dipol-dipol – London – ikatan hidrogen, London – ikatan hidrogen – dipol-dipol, semuanya selalu sama, Di antara molekul berikut, yang paling mungkin memiliki titik didih tertinggi adalah …, CH₄, CO₂, NH₃, H₂, N₂, Pernyataan yang tepat mengenai interaksi antarmolekul adalah …, gaya antarmolekul selalu lebih kuat daripada ikatan kovalen, gaya antarmolekul tidak memengaruhi sifat fisika zat, gaya antarmolekul memengaruhi titik didih, titik leleh, dan wujud zat, semua molekul memiliki ikatan hidrogen, molekul nonpolar tidak memiliki gaya antarmolekul

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?