Gagal total, tidak memberi manfaat apa pun, Niat baik yang pelaksanaannya tetap mengutamakan kepentingan kolonial, Murni akal-akalan tanpa niat baik sejak awal, Tidak berkaitan dengan kepentingan ekonomi Belanda, Pendidikan yang dibuka pemerintah kolonial lewat politik etis justru melahirkan kaum terpelajar yang kelak memelopori perlawanan terhadap kolonial itu sendiri., Kebijakan yang hasilnya bertolak belakang dengan keinginan pembuatnya, Keberhasilan penuh rencana awal Belanda, Ketidakterkaitan pendidikan dengan pergerakan nasional, Kegagalan kaum terpelajar memahami tujuan pendidikan, Konsistensi tujuan kolonial sejak awal hingga akhir, erjuangan pasca-1908 tetap berlanjut meski pemimpinnya ditangkap, berbeda dari perjuangan pra-1908 yang langsung berhenti saat tokohnya kalah. Faktor yang paling menentukan perbedaan ini adalah..., Senjata yang lebih canggih, Organisasi dengan sistem kaderisasi, sehingga tidak bergantung satu tokoh, Dukungan penuh pemerintah kolonial, Ketiadaan kaum terpelajar, Perjuangan pra-1908 sebenarnya lebih efektif, Seandainya Jepang tidak menang atas Rusia pada 1904–1905, dampak paling mungkin terhadap semangat pergerakan Asia adalah ...., Tidak terpengaruh sama sekali, Kepercayaan diri melawan superioritas Eropa tumbuh lebih lambat, Pergerakan nasional justru lebih cepat muncul, Politik etis tidak akan pernah diterapkan, Kaum terpelajar tidak akan pernah muncul, "Kegagalan perlawanan fisik yang terpisah-pisah sebelum 1908 justru menyadarkan kaum terpelajar akan pentingnya persatuan nasional.", Kronologi semata tanpa sebab-akibat, Sebab-akibat antarperiode: kegagalan masa lalu jadi pelajaran strategi berikutnya, Anggapan sejarah berulang persis sama, Penolakan terhadap pentingnya periode pra-1908, Pengabaian konteks sosial-politik

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?