MENGAPA PETANI TIDAK SELALU MEMBASMI SEMUA TIKUS? Sawah merupakan ekosistem yang terdiri atas berbagai organisme yang saling berinteraksi. Tanaman padi menjadi sumber makanan bagi beberapa hewan, termasuk tikus. Di sisi lain, tikus juga memiliki musuh alami, seperti ular dan burung pemangsa. Dalam pengelolaan sawah, keberadaan musuh alami dapat membantu mengendalikan populasi tikus. Oleh karena itu, pengendalian hama tidak selalu dilakukan dengan membasmi seluruh organisme yang dianggap merugikan, tetapi dapat mempertimbangkan hubungan antarorganisme dalam ekosistem. Dalam pengelolaan sawah, keberadaan musuh alami dapat membantu mengendalikan populasi tikus. Oleh karena itu, pengendalian hama tidak selalu dilakukan dengan membasmi seluruh organisme yang dianggap merugikan, tetapi dapat mempertimbangkan hubungan antarorganisme dalam ekosistem. Berdasarkan stimulus dan data tersebut, penjelasan manakah yang paling sesuai secara ilmiah?, Semakin banyak ular di suatu sawah, semakin banyak pula tanaman padi yang rusak karena ular memakan tanaman padi., Jumlah tanaman padi yang rusak hanya ditentukan oleh jumlah tikus sehingga keberadaan organisme lain dalam ekosistem tidak berpengaruh., Area C memiliki kerusakan tanaman paling tinggi karena jumlah ular yang sedikit membuktikan bahwa ular merupakan satu-satunya pengendali populasi tikus., Berkurangnya jumlah ular berkaitan dengan meningkatnya jumlah tikus dan kerusakan tanaman, meski data ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung karena kemungkinan faktor lain di luar tabel belum dikendalikan., Ketika sebuah sedotan lurus dimasukkan sebagian ke dalam gelas berisi air, sedotan tersebut dapat terlihat seperti bengkok atau patah pada batas antara air dan udara. Padahal, sedotan tetap memiliki bentuk yang sama.Cahaya dari bagian sedotan yang berada di dalam air harus melewati batas antara air dan udara sebelum masuk ke mata pengamat. Perubahan arah rambat cahaya ketika melewati dua medium berbeda disebut pembiasan cahaya. Semakin besar perbedaan indeks bias antara dua medium, semakin besar pula pembelokan arah cahaya yang terjadi. Jika sedotan yang sama dimasukkan sebagian ke dalam gelas berisi minyak goreng (indeks bias minyak goreng lebih tinggi daripada air), prediksi manakah yang paling tepat mengenai tampilan sedotan tersebut dibandingkan saat berada di dalam air?, Sedotan akan tampak lebih bengkok dibandingkan saat di dalam air, karena pembiasan cahaya yang terjadi lebih besar pada medium dengan indeks bias yang lebih tinggi., Sedotan akan tampak persis sama seperti saat di dalam air, karena jenis cairan tidak memengaruhi besarnya pembiasan cahaya., Sedotan akan tampak lurus kembali seperti aslinya, karena minyak goreng tidak dapat ditembus oleh cahaya., Sedotan akan tampak lebih pendek namun tetap lurus, karena minyak goreng menyerap sebagian cahaya yang mengenainya., Pernyataan siapakah yang menunjukkan penggunaan bukti ilmiah paling tepat berdasarkan informasi yang tersedia?, Raka, karena peningkatan jumlah banjir membuktikan hujan ekstrem sebagai penyebab seluruh banjir., Doni, karena curah hujan 165,8 mm merupakan batas pasti terjadinya banjir., Sinta, karena data menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir dan adanya contoh hujan ekstrem, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa hujan ekstrem merupakan satu-satunya penyebab., Lala, karena peningkatan jumlah banjir menunjukkan peningkatan curah hujan dengan jumlah yang sama., Rancangan manakah yang paling tepat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut?, . Rancangan P, karena jenis pupuk menjadi satu-satunya faktor yang dibandingkan sementara faktor lain yang dapat memengaruhi pertumbuhan dibuat sama dan terstandar., Rancangan Q, karena perbedaan jumlah air akan membuat pengaruh masing-masing pupuk lebih mudah terlihat., Rancangan R, karena penggunaan jenis tanaman yang berbeda menghasilkan informasi yang lebih banyak tentang kemampuan pupuk., Rancangan S, karena penyiraman tetap dilakukan pada semua kelompok sehingga faktor air dianggap sudah setara antar-kelompok., Sebuah unggahan media sosial mempromosikan minuman kemasan dengan pernyataan: "Minuman X adalah pilihan sehat untuk dikonsumsi setiap hari karena mengandung vitamin dan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh."Seorang siswa kemudian memeriksa Informasi Nilai Gizi pada kemasan minuman tersebut: BPOM menjelaskan bahwa Informasi Nilai Gizi dapat digunakan konsumen untuk mengetahui kandungan zat gizi pangan olahan dan membantu menghindari konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Batas anjuran konsumsi gula harian menurut Kemenkes adalah maksimal 50 g (setara 4 sendok makan). Manakah kritik paling tepat dan paling didukung data terhadap klaim iklan tersebut?, Klaim tidak dapat diverifikasi sepenuhnya, karena tabel Informasi Nilai Gizi sama sekali tidak mencantumkan jenis atau jumlah vitamin, sehingga premis "mengandung vitamin" justru tidak memiliki dasar data , sementara kandungan gula (32 g, ~64% batas anjuran harian) yang justru tercantum jelas, tidak disinggung dalam klaim tersebut., Klaim mengandung kesalahan logika cherry-picking: keberadaan satu zat gizi bermanfaat (vitamin) ditonjolkan untuk menyimpulkan produk sehat secara keseluruhan, padahal zat gizi lain (gula) yang berisiko diabaikan , pola ini tetap salah terlepas dari apakah datanya valid., Klaim tidak dapat diuji secara ilmiah karena "menjaga kebugaran tubuh" adalah istilah yang tidak terukur; tanpa definisi operasional dan data pembanding (misalnya kelompok kontrol), hubungan sebab-akibat antara konsumsi minuman dan kebugaran tidak dapat disimpulkan dari satu label gizi., Klaim sebagian benar: pernyataan "mengandung vitamin" tidak salah karena banyak produk teh kemasan memang difortifikasi vitamin, tetapi frasa "sehat dikonsumsi setiap hari" perlu direvisi menjadi "boleh dikonsumsi dalam jumlah terbatas", mengingat kontribusi gulanya terhadap AKG harian., Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Tokyo University of Science, Jepang, mengkaji bagaimana kondisi aliran tinggi saat hujan dan banjir memengaruhi perpindahan mikroplastik dan mesoplastik (MMP) di sungai. Penelitian dilakukan pada empat sungai di Jepang yang memiliki daerah aliran dengan karakteristik berbeda, yaitu wilayah perkotaan, pertanian, dan hutan. Peneliti mengamati enam peristiwa hujan, dengan curah hujan antara 8,8 hingga 117,9 mm. Sampel air permukaan dikumpulkan setiap jam selama 12–25 jam, termasuk ketika permukaan air sungai naik dan kembali turun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MMP pada kondisi aliran tinggi meningkat satu hingga empat orde besaran dibandingkan kondisi aliran rendah, dan pola ini konsisten teramati pada keempat tipe daerah aliran sungai. Pada salah satu sungai, 90% beban mesoplastik tahunan diangkut hanya selama 43 hari dalam setahun. Peneliti menyatakan bahwa apabila kondisi aliran tinggi tidak diperhitungkan, jumlah plastik yang diperkirakan terbawa dari sungai menuju laut dapat menjadi jauh lebih rendah daripada jumlah sebenarnya. Kasus Sebuah lembaga lingkungan ingin memperkirakan jumlah plastik yang dibawa sebuah sungai menuju laut dalam satu tahun. Selama ini, petugas hanya mengambil sampel air pada kondisi aliran rendah dan normal, karena kondisi tersebut lebih mudah dipantau. Berdasarkan hasil penelitian pada stimulus, seorang peneliti mengusulkan agar metode pemantauan tersebut dievaluasi. Alasan ilmiah manakah yang paling kuat untuk mendukung evaluasi terhadap metode pemantauan tersebut?, . Pengambilan sampel saat aliran rendah sebaiknya dihentikan karena kondisi tersebut tidak dapat ditemukan pada sungai yang mengalami banjir., Pengambilan sampel saat aliran rendah dapat menghasilkan perkiraan yang lebih rendah apabila sebagian besar beban plastik tahunan justru diangkut selama periode aliran tinggi., Pengambilan sampel saat aliran tinggi akan selalu menghasilkan jumlah plastik yang lebih besar sehingga hasil pengukuran menjadi lebih akurat., Metode ini hanya perlu dievaluasi untuk sungai di wilayah perkotaan, karena penelitian ini dilakukan di Jepang yang sebagian besar wilayahnya perkotaan, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke tipe daerah aliran sungai lain., BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Nino dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia dan meningkatkan potensi kekeringan meteorologis. Kondisi tersebut dapat berdampak pada ketersediaan air dan sektor pertanian. Dalam Climate Outlook 2024, BMKG menggunakan informasi ENSO, IOD, serta prediksi curah hujan untuk membantu mengantisipasi dampak iklim terhadap berbagai sektor. BMKG juga menjelaskan bahwa prediksi iklim dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi adaptasi, tetapi kondisi iklim dan dampaknya tidak selalu sama di setiap wilayah, dan tingkat keparahan El Nino dapat berbeda-beda dari satu kejadian ke kejadian lainnya. Sebuah sekolah berada di daerah yang diperkirakan mengalami kondisi lebih kering pada musim berikutnya. Ketua kelompok siswa mengatakan: "Karena El Nino dapat menyebabkan kekeringan di Indonesia, sekolah kita pasti akan mengalami kekurangan air. Jadi sekolah tidak perlu memeriksa informasi iklim daerah setempat lagi." Guru meminta siswa mengevaluasi pernyataan tersebut. Tanggapan yang paling tepat terhadap kesimpulan tersebut adalah ...., Tepat, karena El Nino merupakan penyebab kekeringan sehingga semua wilayah Indonesia pasti mengalami kekurangan air pada waktu yang sama., Kurang tepat, karena El Nino terjadi setiap tahun sehingga dampaknya terhadap curah hujan sudah dapat dipastikan sama pada setiap kali fenomena ini muncul., Kurang tepat, karena informasi El Nino dapat digunakan sebagai salah satu dasar antisipasi, tetapi kondisi dan dampaknya perlu diperiksa pada wilayah tertentu sebelum mengambil keputusan., Tepat, karena prediksi iklim BMKG sudah divalidasi secara nasional sehingga berlaku sama persis untuk setiap sekolah tanpa perlu pengecekan kondisi lokal., Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang di Sumatera Barat merupakan salah satu stasiun pemantau atmosfer global yang dikelola BMKG. Sejak tahun 2004, stasiun ini secara rutin mengukur konsentrasi gas karbon dioksida (CO₂) di udara bersih (background) sebagai salah satu indikator gas rumah kaca. Grafik menunjukkan konsentrasi CO₂ yang tercatat pada tiga titik waktu pengukuran. Grafik tersebut dapat disalahartikan apabila laju kenaikan dinilai hanya dari besar-kecilnya selisih angka semata. Kesimpulan yang secara matematis tepat mengenai laju kenaikan CO₂ adalah ...., Peningkatan dari tahun 2004 ke 2020 jauh lebih cepat dibandingkan dari 2020 ke 2023, karena selisih konsentrasinya lebih besar (36 ppm dibandingkan 7 ppm)., Laju kenaikan CO₂ per tahun pada periode 2020–2023 tidak lebih rendah dibandingkan periode 2004–2020, meskipun selisih total konsentrasi pada periode 2004–2020 tampak lebih besar, karena rentang waktunya jauh lebih panjang., Grafik tersebut belum dapat menunjukkan adanya tren peningkatan CO₂ karena hanya terdiri atas tiga titik data., Konsentrasi CO₂ mengalami penurunan pada periode 2020–2023 karena selisih peningkatannya (7 ppm) lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya (36 ppm)., Membakar sampah di halaman rumah sering dianggap sebagai cara praktis untuk mengatasi tumpukan sampah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa pembakaran sampah merupakan salah satu sumber pencemaran udara. Asap hasil pembakaran sampah, khususnya yang bercampur plastik, dapat mengandung berbagai polutan berbahaya bagi kesehatan, seperti gangguan pernapasan, dan turut mencemari tanah serta udara di sekitar lokasi pembakaran. Sampah memang berkurang secara fisik ketika dibakar, tetapi zat hasil pembakarannya tidak hilang hanya berpindah ke udara dan dapat terhirup oleh manusia maupun hewan di sekitarnya.Seorang warga sudah bertahun-tahun membakar sampah rumah tangganya di halaman karena dianggap praktis dan tidak pernah menimbulkan masalah kesehatan yang terlihat langsung padanya. Ia kemudian membaca informasi ilmiah di atas. Sikap ilmiah yang paling tepat ditunjukkan warga tersebut setelah mengetahui informasi tersebut adalah ...., Tetap membakar sampah seperti biasa, karena kebiasaan tersebut sudah dilakukan bertahun-tahun tanpa masalah kesehatan yang ia rasakan secara langsung., Mempertimbangkan untuk mengubah cara mengelola sampah dan mencari informasi lebih lanjut mengenai alternatif pengelolaan yang lebih aman, meskipun harus mengubah kebiasaan yang sudah lama dilakukan., Mengabaikan informasi tersebut karena sumbernya bukan orang yang ia kenal secara pribadi., Segera berhenti membakar sampah sama sekali tanpa mencari tahu apa pun tentang cara mengelola sampah, Gempa bumi dapat menyebabkan benda-benda di dalam bangunan bergeser atau jatuh. BMKG menjelaskan bahwa salah satu penyebab cedera saat gempa adalah kejatuhan material. Karena itu, ketika berada di dalam bangunan saat gempa, seseorang dianjurkan melindungi kepala dan tubuh dari benda yang jatuh, misalnya dengan berlindung di bawah meja yang kokoh. BMKG menyarankan agar siswa berlindung di bawah meja yang kokoh sambil melindungi kepala dan tubuh hingga guncangan berhenti, sebelum bergerak menuju tempat yang lebih aman atau melakukan evakuasi sesuai arahan petugas sekolah. Sebelum bergerak menuju jalur evakuasi, penting untuk memastikan lebih dahulu tidak ada reruntuhan atau bahaya susulan di sekitar, karena bergerak tanpa memeriksa kondisi sekitar berisiko menyebabkan cedera tambahan akibat tersandung reruntuhan atau melewati jalur yang tidak aman., 2 – 1 – 3 – 4 – 5, 1 – 3 – 2 – 4 – 5, 4 – 1 – 2 – 3 – 5, 1 – 2 – 4 – 3 – 5
0%
www
Share
Share
by
Perdanaiga
Edit Content
Print
Embed
More
Assignments
Leaderboard
Show more
Show less
This leaderboard is currently private. Click
Share
to make it public.
This leaderboard has been disabled by the resource owner.
This leaderboard is disabled as your options are different to the resource owner.
Revert Options
Quiz
is an open-ended template. It does not generate scores for a leaderboard.
Log in required
Visual style
Fonts
Subscription required
Options
Switch template
Show all
Open results
Copy link
QR code
Delete
Continue editing:
?