Alat kerja bangku yang digunakan untuk menjepit benda kerja agar tetap stabil saat proses pengerjaan adalah, Alat penggores, ragum kerja, gergaji tangan, tang penjepit, Fungsi utama kikir dalam pekerjaan kerja bangku adalah, Membentuk benda dengan pemotongan, Membuat lubang pada benda, Mengurangi dan meratakan material, Menjepit benda selama proses, Seorang siswa mendapat tugas mengikir sebuah balok baja hingga mencapai ukuran 50 mm × 30 mm. Setelah selesai, hasil pengukuran menunjukkan ukuran benda menjadi 50 mm × 28,5 mm. Selama proses pengikiran, siswa tersebut hanya melakukan pengukuran pada awal dan akhir pengerjaan. Tindakan yang paling tepat agar kesalahan tersebut tidak terjadi pada pengerjaan berikutnya adalah, Menggunakan kikir halus sejak awal agar hasil lebih presisi, Mengatur tekanan kikir agar permukaan benda cepat rata, Melakukan pemeriksaan ukuran secara berkala selama proses pengikiran., Mengurangi kedalaman pengikiran agar ukuran benda tetap terjaga, Pada proses menggergaji sebuah batang logam, hasil potongan seorang siswa selalu miring, meskipun posisi garis potong pada benda kerja sudah dibuat dengan benar. Setelah diamati, benda kerja ternyata dijepit cukup kuat pada ragum, tetapi siswa menggerakkan gergaji dengan tekanan yang tidak stabil dan tidak menjaga posisi daun gergaji terhadap garis potong. Berdasarkan kondisi tersebut, penyebab utama hasil potongan menjadi miring adalah, Benda kerja dijepit terlalu kuat sehingga sulit digerakkan., Tekanan dan arah gerakan gergaji tidak dikendalikan dengan baik., Garis potong dibuat menggunakan penggores sehingga kurang jelas., Benda kerja terbuat dari material logam yang cukup keras., Acuan Rujukan: Bab 5. Implikasi Pendekatan Penilaian (Sub Bab 5.1 Penerapan PAN) Halaman 4-5. Berdasarkan petunjuk penerapan penilaian, berapa persentase ideal untuk distribusi tingkat kesukaran soal (mudah, sedang, sukar) pada penyusunan soal ujian yang menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN)?, 20% mudah, 60% sedang, 20% sukar, 25% mudah, 50% sedang, 25% sukar, 30% mudah, 40% sedang, 30% sukar, 15% mudah, 70% sedang, 15% sukar, 50% mudah, 25% sedang, 25% sukar, Acuan Rujukan: Bab 3. Tujuan Pemakaian Pendekatan Penilaian, Halaman 1-2. Seorang dosen ingin mengetahui sejauh mana mahasiswa telah menguasai kompetensi dan tujuan instruksional yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Pendekatan penilaian yang paling tepat digunakan adalah., Penilaian Acuan Norma (PAN), Penilaian Acuan Patokan (PAP), Penilaian Acuan Relatif, Penilaian Kelompok, Penilaian Acuan Kurva Normal, Acuan Rujukan: Bab 6. Contoh Penerapan Pendekatan Penilaian PAN/PAP(Sub Bab 6.1 Penerapan PAP) Halaman 7-8. Seorang mahasiswa memperoleh skor mentah hasil ujian mid semester (AHU) sebesar 48 dari skor mentah maksimum (AM) yaitu 60. Jika batas nilai tertinggi (Na) adalah 100, berapakah skor mentah yang dihaluskan (AMH) mahasiswa tersebut?, 70,00, 75,00, 80,00, 83,33, 85,00, Acuan Rujukan: Bab 4. Cara Pemilihan Pendekatan Penilaian (Sub Bab 4.2 Pertimbangan Pemilihan PAP) Halaman 2-3. Seorang dosen mengampu mata kuliah "Teknologi Pemesinan" yang merupakan mata kuliah prasyarat dengan jumlah mahasiswa 28 orang. Dosen menyelenggarakan tes formatif berkala dan menetapkan batas penguasaan materi minimal 60%. Mengapa pemilihan PAP lebih disarankan dibanding PAN untuk kasus ini?, Karena PAN membutuhkan populasi mahasiswa yang sangat kecil agar distribusi nilainya membentuk kurva normal., Karena PAP menjamin dan memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan grade A tanpa memperhatikan penguasaan materi-materi tertentu yang dipelajari, Karena PAP didesain untuk mata kuliah prasyarat dan kelas kecil (<40 orang) guna mencegah mahasiswa terlanjur tidak menguasai kompetensi tingkat lanjut., Karena PAN menetapkan batas lulus secara mutlak tanpa membandingkan prestasi antar mahasiswa., Karena PAP tidak membutuhkan tes sumatif di akhir semester., Pada kelas kecil (30 mahasiswa), dosen menggunakan pendekatan PAN dan menghasilkan nilai rata-rata (X) sebesar 66,94 dan simpangan baku (SD) 9,47. Hasilnya, 40% mahasiswa dinyatakan tidak lulus (mendapat grade D dan E). Apa evaluasi metakognitif terbaik terhadap strategi penilaian dosen tersebut?, Penerapan PAN sudah tepat karena mampu mengurutkan mahasiswa berdasarkan hasil belajar yang diperoleh dan menempatkan posisi masing-masing mahasiswa secara adil sesuai dengan distribusi atau kurva normal yang telah ditentukan., Penggunaan PAN pada kelas kecil dengan proses pengajaran yang baik merugikan mahasiswa karena persentase kelulusan dikendalikan distribusi normal, bukan pencapaian kompetensi., Dosen harus menurunkan nilai AM agar simpangan baku menjadi lebih kecil sehingga distribusi nilai mahasiswa dapat lebih mudah disesuaikan dengan kriteria penilaian yang telah ditentukan berdasarkan pendekatan PAN., Dosen sebaiknya membuat tingkat kesukaran soal 100% mudah agar semua mahasiswa lulus dan memperoleh nilai tinggi tanpa harus menghadapi soal yang memiliki tingkat kesukaran sedang maupun sulit dalam proses evaluasi pembelajaran., Penerapan PAN harus dipertahankan karena tidak membutuhkan tes pembinaan (formatif).

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?