Salah satu ciri pendidikan Indonesia pada masa kolonial adalah, Pendidikan diberikan secara merata, Pendidikan dibedakan berdasarkan golongan masyarakat, Pendidikan sepenuhnya dikelola masyarakat pribumi, Pendidikan tidak mengalami perkembangan, Apa salah satu dampak berkembangnya pendidikan bagi masyarakat pribumi pada masa kolonial?, Munculnya kaum terpelajar, Berkurangnya sekolah, Hilangnya kebudayaan daerah, Berakhirnya pemerintahan kolonial, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada, 20 Mei 1908, 28 Oktober 1928, 3 Juli 1922, 17 Agustus 1945, Politik Etis pada awal abad ke-20 turut memengaruhi perkembangan pendidikan karena, kesempatan pendidikan mulai lebih luas, semua masyarakat mendapat pendidikan yang sama, pendidikan kolonial langsung dihapuskan, pendidikan hanya diberikan kepada masyarakat Eropa, Salah satu tujuan perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan adalah, Membatasi pendidikan bagi masyarakat pribumi, Mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan kepentingan dan perke, Mempertahankan sistem pendidikan kolonial, Mengutamakan pendidikan untuk golongan tertentu, Setelah kemerdekaan, pendidikan Indonesia tidak lagi hanya diarahkan untuk mewarisi sistem sebelumnya. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan mulai digunakan untuk, Membatasi pendidikan hanya untuk kelompok tertentu, Mendukung kepentingan dan pembangunan bangsa Indonesia, Mengurangi jumlah lembaga pendidikan, Mengutamakan pendidikan bagi masyarakat perkotaan, Pada masa Orde Baru, pemerintah memperluas akses pendidikan melalui program Wajib Belajar. Jika dilihat dari tujuannya, kebijakan tersebut berkaitan dengan, Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, Pengurangan jumlah sekolah, Pembatasan pendidikan di daerah, Penghapusan pendidikan dasar, Desentralisasi pendidikan pada masa Reformasi memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah dan satuan pendidikan dalam mengelola pendidikan. Hal ini berbeda dengan sistem yang lebih terpusat karena, Semua kebijakan pendidikan ditentukan oleh pemerintah pusat, Pengelolaan pendidikan dapat lebih menyesuaikan kondisi daerah, Sekolah tidak lagi mengikuti kebijakan pendidikan nasional, Pemerintah daerah tidak memiliki peran dalam pendidikan, Seorang peserta didik mampu mencari informasi dari internet, tetapi ia selalu memeriksa sumber sebelum menggunakannya. Kemampuan tersebut penting dalam pendidikan abad ke-21 karena, Semua informasi di internet pasti benar, Informasi digital perlu dipilih dan diperiksa kebenarannya, eknologi membuat pendidik tidak lagi diperlukan, Pembelajaran tidak membutuhkan sumber lain selain internet, Sekolah di suatu daerah memiliki fasilitas teknologi yang terbatas, sementara sekolah di daerah lain memiliki akses internet dan perangkat yang lengkap. Kondisi tersebut menunjukkan salah satu tantangan pendidikan abad ke-21, yaitu, Kurangnya kolaborasi global, Kesenjangan akses dan kualitas pendidikan, Berkurangnya penggunaan teknologi, Terlalu banyaknya platform pembelajaran
0%
Ice Breaking
Share
Share
by
Gedemeisa6
Edit Content
Save
Like
Print
Embed
More
Assignments
Leaderboard
Show more
Show less
This leaderboard is currently private. Click
Share
to make it public.
This leaderboard has been disabled by the resource owner.
This leaderboard is disabled as your options are different to the resource owner.
Revert Options
Open the box
is an open-ended template. It does not generate scores for a leaderboard.
Log in required
Visual style
Fonts
Subscription required
Options
Switch template
Show all
Open results
Copy link
QR code
Delete
Continue editing:
?