Istilah agripreneur merupakan gabungan dari dua kata, yaitu, Agriculture dan production, Agriculture dan entrepreneur, Agribusiness dan enterprise, Agro dan producer, Tujuan utama dari kegiatan agripreneur di bidang perikanan adalah, Menghasilkan ikan sebanyak mungkin, Meningkatkan nilai ekonomi dan membuka lapangan kerja, Mengurangi populasi ikan di laut, Menjual ikan dengan harga murah, Berikut ini yang termasuk contoh kegiatan agripreneur di bidang perikanan adalah, Memancing ikan di sungai, Membuat olahan nugget ikan dan menjualnya, Menyimpan ikan di kulkas, Memberi makan ikan hias, Seorang agripreneur perikanan harus memiliki sifat berikut, kecuali, Inovatif, Rajin, Pesimis, Kreatif, Produk olahan perikanan yang memiliki nilai jual tinggi adalah, Ikan mentah di pasar, Abon ikan dan bakso ikan, Tulang ikan, Air bekas mencuci ikan, Salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh agripreneur perikanan adalah, Penangkapan ikan ilegal, Pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap saji, Penggunaan bahan kimia berbahaya, Pembuangan limbah ke laut, Faktor yang mempengaruhi keberhasilan agripreneur di bidang perikanan adalah, Cuaca dan keberuntungan, Modal, manajemen, dan inovasi produk, Jumlah pesaing, Harga bahan bakar, Berikut ini yang termasuk contoh inovasi produk di bidang perikanan yaitu, Menjual ikan segar seperti biasa, Membuat keripik kulit ikan, Menjual ikan di pinggir jalan, Menyimpan ikan dalam ember, Dalam agripreneur perikanan, pentingnya kemasan produk adalah untuk, Membuat produk lebih berat, Melindungi produk dan menarik minat konsumen, Mengurangi kualitas produk, Menyembunyikan isi produk, Salah satu manfaat menjadi agripreneur muda di bidang perikanan adalah, Mengandalkan orang lain untuk berusaha, Tidak memiliki tanggung jawab, Menjadi mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru, Menunggu bantuan pemerintah.

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

)
Continue editing: ?