Seorang pasien dengan CVP 14 mmHg, edema paru, dan sesak napas. Interpretasi nilai CVP ini adalah?, Hipovolemia, Overload cairan / gagal jantung kanan, Normal, Syok hipovolemik, CVP mengukur tekanan pada?, Aorta, Atrium kanan, Atrium kiri, Ventrikel kiri, Berapa produksi urine normal pada pasien anak?, 1-2 mL/kgBB, 1 mL/kgBB, 0,5 mL/kgBB, 0,6 mL/kgBB, Pada pengukuran CVP, zeroing transduser harus sejajar dengan?, Midclavicular line, Intercostal ke-6, Phlebostatic axis (midaxilla–IC4), Prosesus xiphoideus, Pasien dengan EKG sinus rhythm tetapi tidak ada nadi saat dipalpasi (PEA). Prioritas tindakan?, Mulai CPR dan identifikasi reversi, Berikan amiodarone, Lakukan defibrilator, Tunggu pembacaan EKG berikutnya, Monitoring invasif?, CVP, Arteri line, Kateterisasi Arteri Pulmonalis, Pulse Oxymetri, Kelebihan monitoring invasif?, Biaya efektif, Data akurat dan kontinu, Risiko rendah, Tepat dan nyaman, Lokasi pemasangan CVP, kecuali?, Vena jugularis interna, Vena subclavia, Arteri femoral, Vena juluaris eksterna, Diketahui data pasien, BB 50 kg, TB 165 cm. Berapakah nilai BSA pasien?, 1,51, 0,17, 0,02, 2,29, Pasien tidur dalam, hanya berespon ketika diberi rangsangan nyeri yang kuat dan berulang, koma, sopor, somnolen, apatis, Parameter intake, cairan parenteral, IWL, cairan residu, cairan drain, Nilai normal pernapasan pada bayi, 20-30x/menit, 16-20x/menit, 30-40x/menit, 12-14x/menit, Komplikasi pemasangan arteri line, kecuali, Hematom, Trombosis, Infeksi, Pneumothorax, Mensejajarkan letak jantung (atrium kanan) dengan skala pengukur atau tansduser, disebut, Zeroing, Tranducer, Levelling, Thermistor, Kapan diperlukan monitoring invasif, Pasien stabil, Syok sepsis, Skrining awal, Pre operasi.

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

)
Continue editing: ?