Rumah Betang adalah rumah adat suku Dayak di Kalimantan yang unik karena ukurannya yang sangat panjang (mencapai 150m lebih), berbentuk panggung tinggi untuk menghindari banjir/binatang buas, dan dihuni ratusan jiwa dari berbagai keluarga. Rumah ini simbol kebersamaan, toleransi, dan gotong royong. , , Mandau adalah senjata tradisional khas suku Dayak di Kalimantan yang berbentuk parang, berfungsi sebagai alat kerja sehari-hari, alat bela diri, serta simbol kehormatan dan jati diri. Senjata ini diwariskan turun-temurun, sering dianggap memiliki nilai mistik atau kekuatan magis, serta memiliki ciri khas ukiran pada bilahnya., , Makanan khas Kalimantan Tengah didominasi oleh olahan hasil sungai dan tanaman hutan, menghasilkan cita rasa gurih, segar, dan unik seperti Juhu Umbut Rotan (rotan muda), Kalumpe (daun singkong tumbuk), Wadi (ikan fermentasi), dan Keripik Kelakai. Kuliner ini mencerminkan kearifan lokal Dayak dengan bahan alami seperti terong asam dan umbut sawit. , , Baju Sangkarut (Basulau): Rompi sakral khas Dayak Ngaju yang terbuat dari kulit kayu atau serat alam, dihiasi cangkang kerang dan hiasan manik-manik. Berfungsi sebagai baju perang atau pakaian adat dengan makna perlindungan., , Tiwah adalah upacara kematian yang sakral dari suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya penganut kepercayaan Hindu Kaharingan. Ritual ini bertujuan mengantarkan arwah leluhur menuju Lewu Tatau (alam keabadian) agar tenang dan tidak mengganggu keluarga yang masih hidup. , , Tari Manasai adalah tarian tradisional dari Suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, yang melambangkan kegembiraan, persatuan, dan penyambutan tamu. Tarian ini dilakukan melingkar oleh pria dan wanita, tua maupun muda, dengan gerakan sederhana yang mudah diikuti, seringkali menggunakan selendang dan di iringi lagu manari manasai, .

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

)
Continue editing: ?